Penderita Penyakit Kusta

Penderita Penyakit Kusta – Lepra atau penyakit kusta atau biasa disebut dengan Morbus Hansen adalah suatu penyakit infeksi yang dapat menular atau suatu penyakit yang bisa menjadi kronis. Penyakit kusta umumnya terjadi di negara sedang berkembang, yang dimana sebagai besar penderitanya merupakan golongan ekonomi yang sangat lemah ekonominya. Kusta merupakan penyakit kronis yang disebabkan oleh adanya bakteri yang dapat menyerang kulit dan syaraf tepi. Penderita kusta dengan tipe lepromatosa yang bisa menyerang siapa pun, baik laki laki, perempuan, anak anak atau pun dewasa.

Penderita Penyakit Kusta

Penderita Penyakit Kusta

Penyebab Penderita Penyakit Kusta

Penyebab penderita penyakit kusta adalah kuman mycobacterium leprae. Ini merupakan kuman aerob, tidak membentuk spora, dikelilingi oleh membran sel lilin, berbentuk batang, berukuran panjang 1–8 micro, lebarnya 0,2 micro dan biasanya hidup berkelompok dan juga tersebar satu-satu, hidup dalam sel yang bersifat tahan asam. Kuman ini menular melalui kontak langsung dengan penderita maupun melalui pernapasan, lalu kuman ini membelah dalam jangka 14 hingga 21 hari dengan masa inkubasi rata-rata 2 sampai dengan 5 tahun. Setelah lima tahun, tanda-tanda dan gejala penyakit kusta pada seorang penderita mulai muncul, seperti kulit mengalami bercak putih, merah, dan kesemutan anggota tubuh hingga mangakibatkan tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Kusta bukanlah penyakit keturunan atau penyakit kutukan, tetapi penyakit yang menyerang kulit karena serangan bakteri Mycobacterium leprae. Belum ada kepastian mengenai penularan kusta sampai saat ini, namun dijelaskan kalau penularan di dalam rumah tangga serta hubungan dekat dengan penderita dalam jangka waktu yang cukup lama akan beresiko tertular. Penyakit kusta menular melaui bakteri yang terdapat pada sekret hidung dan berulang-ulang kontak dengan kulit terluka. Pada anak-anak di bawah umur setahun penularan melalui plasenta.

Timbulnya penderita penyakit kusta bagi seseorang yang tidak mudah dan tidak perlu ditakuti tergantung dari beberapa faktor :

Keadaan Lingkungan
Keadaan rumah yang bergejala yang biasanya berkaitan dengan kemiskinan, merupakan faktor penyebab kusta. Sebaliknya dengan meningkatnya taraf hidup dan perbaikan imunitas merupakan faktor utama mencegah munculnya kusta.

– Faktor Umur
Penyakit kusta jarang ditemukan pada bayi. Incidence Rate penyakit ini meningkat sesuai umur dengan puncak pada umur 10 sampai 20 tahun dan kemudian menurun. Prevalensinya juga meningkat sesuai dengan umur dengan puncak umur 30 sampai 50 tahun dan kemudian secara perlahan-lahan menurun.

– Faktor Jenis Kelamin
Insiden maupun prevalensi pada laki-laki lebih banyak dari pada wanita, kecuali di Afrika dimana wanita lebih banyak dari pada laki-laki. Faktor fisiologis seperti pubertas, menopause, Kehamilan, infeksi dan malnutrisi akan mengakibatkan perubahan klinis penyakit kusta.

– kuman Kusta

Dari hasil penelitian dibuktikan bahwa kuman kusta yang masih utuh (solid) bentuknya, lebih besar kemungkinan menyebabkan penularan dari pada kuman yang tidak utuh lagi. Mycobacterium leprae bersifat tahan asam, berbentuk batang dengan panjang 1-8 mikron dan lebar 0,2-0,5 mikron, biasanya berkelompok dan ada yang tersebar satu-satu, hidup dalam sel terutama jaringan yang bersuhu dingin. Kuman kusta dapat hidup di luar tubuh manusia antara 1 sampai 9 hari tergantung suhu atau cuaca dan diketahui hanya kuman kusta yang utuh (solid) saja dapat menimbulkan penularan

Tanda dan Gejala Penderita Penyakit Kusta

Untuk menghindari secara dini penularan penderita penyakit kusta, maka sebaiknya mengetahui tanda dan gejala penyakit kusta. Tanda-tanda terkena penyakit kusta :

  1. Adanya bercak tipis seperti panu pada bagian tubuh.
  2. Bercak putih yang terus bertambah. Seiring dengan berjalannya waktu, semakin melebar dan bertambah banyak.
  3. Adanya pelebaran syaraf ulnaris, aulicularis magnus, medianus serta peroneus.
  4. Kelenjar keringat mengalami gangguan fungsi kerja yang menyebabkan kulit menjadi tipis dan juga mengkilat.
  5. Bintil-bintil kemerahan (leproma dan nodul) yang menyebar di kulit.
  6. Rontoknya alis rambut.
  7. Wajah mengalami benjolan-benjolan serta tegang yang disebut dengan facies leomina atau muka singa.

Gejala penyakit kusta secara umum:

  1. Tubuh terasa panas dari derajat rendah hingga dengan menggigil.
  2. Mengalami anoreksia.
  3. Hidung berlendir dan kadang disertai dengan vomitus
  4. Mengalami iritasi, orichitis, neuritis dan pleuritis
  5. Chepalgia

Pengobatan Penderita Penyakit Kusta

Selain dengan menggunakan bahan herbal yang sekarang banyak di jual di apotek, pengobatan kusta bisa disembuhkan dengan bahan bahan alami diantaranya :

  • Umbi bidara upas

Cara pembuatan umbi bidara upas di parut dan dicampur dengan air matang. Setelah itu peras dan hasil perasan itu bisa di minum untuk pengobatan. Selain itu juga ampas dari perasan tadi bisa dioleskan pada bagian yang luka.

  • Daun ekor kucing

Cara penggunaannya dengan daun ekor kucing yang pertama ditumbuk halus lalu oleskan pada area yang luka. Lakukan secara rutin dalam menyembuhkan bagi para penderita penyakit kusta.

  • Biji jarak wulung

Cara pembuatannya Biji jarak wulung dikeringkan terlebih dahulu, setelah itu tumbuk dan peras sampai minyaknya keluar. Hasil perasan tadi dibuat obat oles pada bagian yang luka. Lakukan secara rutin dalam menyembuhkan untuk para penderita penyakit kusta.

Penderita Penyakit Kusta


>>> Obat Kusta Herbal dan Tradisional Super Green Plus G2 untuk Pengobatan Penyakit Kusta, Klik Detail Disini!


This entry was posted in Penyakit Kusta. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *